Ilmu Pengetahuan Alam -- Cuaca
Artikel ilmu pengetahuan alam tentang
cuaca mungkin adalah salah salah satu yang paling menarik. Sering kali, cuaca
berubah tiap hari. Pagi hari yang biasanya cerah bisa berubah menjadi mendung,
kita menyangka akan turun hujan. Namun pada sore hari cuaca berubah, menjadi
cerah kembali. Apakah kita bisa memprediksi hari ini hujan? Atau mendung?
Daripada menebak-nebak, lebih baik kita simak artikel ilmu pengetahuan alam
tentang cuaca berikut.
Artikel Ilmu Pengetahuan Alam
– Faktor yang Menentukan Cuaca
Menurut artikel ilmu
pengetahuan alam, cuaca memang sulit ditebak. Kadang prakiraan cuaca mengatakan
bahwa akan hujan, tapi kenyataannya tidak. Demikian juga sebaliknya. Namun,
artikel ilmu pengetahuan alam bisa memberikan anda informasi mengenai
faktor-faktor apa saja yang bisa menentukan atau memengaruhi cuaca.
Apa saja faktor penentu cuaca
berdasarkan artikel ilmu pengatahuan ini? Berikut adalah ulasannya.
Suhu udara. Sesuai dengan yang
terdapat dalam artikel ilmu pengetahuan alam, suhu udara adalah panas dinginnya
udara. Sedangkan panas dinginnya udara ditentukan oleh matahari. Untuk
mengetahui berapa derajat panas/ dinginnya suatu tempat dapat diukur dengan
termometer.
Angin. Sesuai dengan yang
terdapat dalam artikel ilmu pengetahuan alam, angin adalah udara yang bergerak.
Angin bertiup dari daerah yang bersuhu rendah ke suhu yang lebih tinggi. Jika
hendak mengetahui arah hembusan angin, bisa dengan melihat pohon-pohon.
Awan. Udara bergerak ke segala
arah, ketika udara naik, uap-uap air terbawa ke angkasa. Di angkasa suhu udara
sangat dingin, mengakibatkan uap-uap tersebut berubah menjadi embun. Embun
dengan jumlah banyak membentuk awan-awan putih yang biasa kita lihat di langit.
Menurutartikel ilmu pengetahuan alam, awan ini pun bisa menjadi salah satu faktorpenentu
cuaca.
Curah hujan. Awan yang
mengandung butiran-butiran air yang berlebihan, akan mengubah warna awan tidak
putih lagi, awan putih akan berubah menjadi hitam keabu-abuan. Bila
butiran-butiran ini sudah terlalu banyak maka akan mengakibatkan turun hujan.
Artikel Ilmu Pengetahuan Alam
– Cuaca Berdasarkan Keadaan Langit
Masih mengulas artikel ilmu
pengetahuan tentang cuaca. kali ini, penulis akan mengajak Anda untuk
mengetahui cuaca berdasarkan keadaan langit, dalam hal ini awan. Sesuai denganartikel
ilmu pengetahuan alam, jika dilihat berdasarkan bentuknya, awan di langit dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Awan Cirrus dalam Artikel
Ilmu Pengatahulam

Awan ini berwarna putih,
terletak paling jauh/ tinggi. Pada pagi hari awan inilah yang pertama kali
muncul. Awan ini menyerupai serat tipis dan mampu ditembus sinar matahari atau
bulan dan akan menghasilkan pemandangan yang sangat indah, berupa lingkaran
cahaya yang mengelilingi matahari atau bulan.
Lingkaran tersebut disebut
dengan istilah halo. Halo adalah petanda bahwa akan mendung/ turun hujan. Satu
hal lagi, pernah ada artikel ilmu pengetahuan alam yang menyebutkan bahwa Anda
jangan mengamati halo pada siang hari, karena akan berakibat rusak mata.
2. Awan Cumulus dalam Artikel
Ilmu Pengetahuan Alam
Awan cumulus adalah awan yang
bergumpal membentuk awan besar. Melayang pada langit yang lebih rendah. Jika
melihat awan ini imajinasi kita akan menangkap bentu-bentuk. Bila matahari
bersinar dari balik awan, maka bagian tepi awan akan bercahaya. Awan Cumulus
adalah awan petanda hari akan cerah. Namun, apabila awan ini berwarna
hitam keabu-abuan maka petanda hujan akan turun.
3. Awan Stratus dalam Artikel
Ilmu Pengetahuan Alam
Menurut artikel ilmu
pengetahuan alam, awan ini berwarna kelabu dan berada paling dekat dengan
permukaan tanah, bentuknya berupa lapisan. Awan ini adalah awan hujan, hujan
yang terjadi adalah hujan gerimis. Kabut adalah jenis awan lapisan yang
menyentuh permukaan tanah.
Artikel Ilmu Pengatahuan Alam
– Macam-macam Cuaca atau Musim
Artikel ilmu pengetahuan alam menyebutkan
bahwa definisi musim adalah waktu tertentu yang berkaitan dengan cuaca di suatu
daerah dalam waktu yang cukup lama. Musim di tiap negara akan berbeda dengan
negara yang lain. Indonesia memiliki dua musim: musim kemarau dan musim hujan.
Pergantian musim disebabkan oleh pergantian matahari yang setiap tahunnya
mengalami perubahan.
Berdasarkan artikel ilmu
pengetahuan alam dan catatan idealnya, Indonesia mengalami musim kemarau pada
bulan April sampai oktober, sedangkan musim hujan jatuh pada bulan Oktober –
April. Namun, saat ini musim yang terjadi di Indonesia sudah tidak menentu.
Yang seharusnya masuk musim kemarau malah hujan, atau sebaliknya.
Menurut artikel ilmu
pengetahuan alam, ketidakmenentuan musim yang terjadi di indonesia ini
disebabkan karena pemanasan global, yakni sebuah kondisi yang membuat makin
menipisnya lapisan ozon karena ulah manusia (menebang hutan, efek rumah kaca).
Jika dibiarkan terus berlarut, pemanasan global akan membahayakan bumi dan juga
seluruh mahluk penghuninya, termasuk manusia.
a. Artikel Ilmu Pengetahuan Alam
– Musim Panas

Artikel ilmu pengetahuan alam
telah menjelaskan bagaimana musim panas terjadi. Ketika musim panas matahari
terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, maka bumi yang berada disebelah
utara akan panas jika dibandingkan dengan selatan.
Menurut artikel ilmu
pengetahuan alam, musim panas memiliki sejumlah keuntungan, seperti pengusaha
sentra produksi pangan bisa menghasilkan banyak produk, misal pengusaha keripik
pisang, kerupuk, dan makanan lain yang memerlukan proses pengeringan.
Namun, masih menurut artikel
ilmu pengetahuan alam, musim panas atau kemarau akan mendatangkan tak hanya
keuntungan, namun juga kerugian, di antaranya:
Persediaan air berkurang
karena banyak sungai yang kering
Sering terjadinya kebakaran
hutan dan kebakaran dipemukiman padat penduduk
Tumbuh-tumbuhan, hewan banyak
yang layu, mati
Artikel Ilmu Pengetahuan Alam
– Musim Hujan

Artikel ilmu pengetahuan alam
menjelaskan bahwa musim hujan terjadi ketika matahari terletak di sebelah
selatan garis khatulistiwa, ini mengakibatkan tekanan udara di bagian selatan
lebih rendah dibandingkan dengan utara. Sehingga angin bergerak dari utara
menuju selatan.
Manurut artikel ilmu
pengetahuan alam, musim hujan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Namun
tentunya, di samping memiliki manfaat, musim hujan juga memiliki sejumlah
kerugian. Menurut artikel ilmu pengetahuan alam, beberapa kerugian yang sering
dialami pada musim hujan, di antaranya sebagai berikut.
Jika hujan terus menerus bisa
mengakibatkan gagal panen
Dari kegagalan panen mengakibatkan
harga sayur, sayuran, beras mengalami kenaikan
Hujan yang besar dan terus
menerus, tidak menutup kemungkinan terjadi banjir
Namun, kerugian musim hujan
dan kemarau bukan hanya diakibatkan oleh musim itu sendiri. Kerugian bisa
dikarenakan ulah manusia yang tidak menjaga alam. Penebangan hutan, pemanasan
global mengakibatkan bumi semakin panas. Kurang kesadaran masyarakat akan
membuang sampah pada tempatnya membuat mampetnya saluran-saluran air oleh
sampah sehingga menyebabkan banjir.
Sebenarnya, artikel ilmu
pengetahuan alam juga mencatat bahwa masih ada musim lain yang berlangsung di
dunia. Ya, sebagian wilayah di dunia ada juga yang mengalami musim dingin dan
musim semi. Musim dingin berlangsung di kisaran Desember hingga Februari dan
musim semi berlangsung dari rentang Maret-Mei.
Nah, bagi Anda yang hendak
berlibur ke negara yang memiliki 4 musim, sebaiknya memperhatikan betul rentang
musim tiap bulannya agar wisata Anda bisa lebih maksimal. Untuk mengatahui
rentang waktu tiap musim, Anda bisa mengetahuinya melalui artikel ilmu
pengetahuan alam seperti ini. Semoga bermanfaat.


0 comments: