Showing posts with label Ilmu Pengetahuan Sosial. Show all posts

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT

0 comments
Image result for sosiologi

Konsep Dasar Sosiologi
1. Konsep dan Definisi Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata socious dan dan logos (bahasa Yunani) yang berarti kata, perkataan atau pembicaraan. Secara harfiah, sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat
Beberapa definisi sosiologi
Sosiologi dapat didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang masyarakat san tentang aspek kehidupan manusia yang diambil dari “kehidupan didalam masyarakat” (Ensiklopedia Ilmu-Ilmu Sosial)
Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya
J.A.A. van Doorn dan C.j. Lammars, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil
William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial, dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok.
Selo oemardjan dan Soeleiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial.
Pitirim A. Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
 a. hubungan maupun pengaruh timbal balik antara gejala sosial daqn gejala nonsosial,
 b. ciri-ciri umum dari semua jenis gejala atau fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat,
c. hubungan maupun pengaruh timbal balik antara berbagai gejala sosial, seperti antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerakan  masyarakat dengan politik.

2. Sifat Hakikat Sosiologi
Sosiologi termasuk rumpun ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu kerohanian.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris,artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu terapan
Sosiologi merupakan ilmu penetahuan yang absrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang digunakannya.
Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya sosiologi mengamati dan dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.

ciri-ciri sosiologi
1.    Empiris, karena didasarkan pada pengamatan terhadap kenyataan-kenyataan sosial dan hasilnya tidak bersifat spekulatif
2.    Teoritis, artinya sosiologi  selalu berusaha untuk menyusun kesimpulan dari hasil-hasil observasi untuk menghasilkan teori keilmuan.
3.    Kumulatif, artinya teori-teori dalam sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya.
4.    Nonetis, artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, tetapi lebih penting menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan apa adanya.

Objek Studi Sosiologi
            Objek studi sosiologi adalah masyarakat, dengan menyoroti hubungan antar manusia dan sebab akibat yang timbul dari hubungan tersebut.
Kegunaan Sosiologi
Perencanaan Sosial, adalah kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan. Perencanaan sosial lebih bersifat preventif
Penelitian
Pembangunan, merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu.
           
Faktor-Faktor Masalah Sosial
1)      Ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran, dan bencana alam
2)      Biologis, misalnya penyakit menular dan wabah.
3)      Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, dan disorganisisi sosial.
4)      Kebudayaan, misalnya kejahatan, perceraian, kenakalan remaja, konflik etnis, dan konflik agama.
Masalah social
Akan tetapi, pada umumnya yang dianggap
masalah sosial yaitu:
1)      Kemiskinan
2)      Kejahatan
3)      Disorganisasi keluarga
4)      Masalah generasi muda
5)      Peperangan
6)      Pelanggaran terhadap norma masyarakat
7)      Masalah kependudukan dan
8)      Masalah lingkungan hidup

Metode-Metode Sosiologi
1.        Metode Statistik
         Metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruhkausalitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak.
2.        Metode Eksperimen (Percobaan)
         Metode ini dilakukan oleh dua kelompo. Kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen, dan kelompok kedu sebagai kelompok kontrol.
3.        Metode Induktif dan Deduktif
         Metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah umum dengan mempelajari gejala yang khusus.
4.        Metode Studi Khusus
         digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu
5.        Metode Survei Lapangan
         digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung
6.        Metode Partisipasi
        Digunakan untuk mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan kelompok.
7.        Metode Empiris dan Rasionalistis
        empiris menyadarkan diri pada fakta yang ada dalam masyarakat melalui penelitian,rasionalistis mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tenteng masalah-masalah kemasyarakatan
8.        Metode Fungsionalisme
        Bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
9.        Metode Studi Pustaka
        Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan

Konsep-Konsep tentang Realiatas Sosial Budaya
Berikut ini beberapa realitas sosial budaya
yang terdapat pada masyarakat.
·           Masyarakat
         adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
·           Interaksi Sosial
        adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antar individu, individu dengan kelompok, kelompok denagan kelompok.
·           Status dan Peran
         Status dan peran tidak dapat dipisahkan, keduanya saling beriringan
·           Nilai
        adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggota masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan
·           Norma
        Norma dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar.
           
Macam-macam norma yang ada  dalam masyarakat:
·           Norma agama
·           Norma adat atau kebiasaan
·           Norma kesusilaan atau kebiasaan
·           Norma hukum

Lembaga Sosial(Pranata Sosial)
·           Sosialisasi
        merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat
·           Perilaku Menyimpang
        merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang belaku.
·           Pengendalian Sosial
        yaitu usaha yang dilakukan agar masyarakat berperilauku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.
·           Proses Sosial
        merupakan proses interaksi dan komunikasi antar komponen masyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan
·           Perubahan Sosial Budaya
        adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal
·           Kebudayaan
        adalah semua hasil cipta, rasa, karsa manusia dalm hidup bermasyarakat.
        kebudayaan dapat berbentuk:
        a. artefak
        b. sistem aktifitas
        c. sistem ide atau gagasan
        Kebudayaan secara universal terdiri dari 7 unsur:bahasa, religi, seni, sistem kemasyarakatan, sistem ekonomi, sistem ilmu pengetahuan, dan teknologi
           
Hubungan antara Berbagai Konsep Realitas Sosial Budaya
Masyarakat dan Kebudayaan
Masyarakat dan Interaksi Sosial
Status dan Peranan
Nilai, Norma, dan Lmbaga Sosial
Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial
Data tentang Realitas Sosial dan Permasalahan Sosial
Penurunan Kualitas Moral (Demoralisasi)

Beberapa indikasi yang menunjukkan suatu bangsa mengalami gejala demoralisasi:
a. kuantitas dan kualitas kriminalitas sosial semakin meningkat
b. terjadinya kerusuhan yang bersifat anarkis
c. konflik sosial semakin marak
d. tindakan korupsi semakin merajalela
e. meningkatnya jumlah pemakai dan pengedar narkoba
f. pergaulan bebas semakin marak
g. terorisme
         adalah tindakan yang membuat kerusakan-kerusakan di dalam masyarakat dengan tujuan menyebarkan rasa takut serta mengancam keselamatan publik.
h.Merebaknya Kasus Perdagangan Anak
i. Meningkatnya Angka Kemiskinan
        akibat yang timbul dari meningkatnya angka kemiskinan:
        a.penurunan tingkat kesehatan masyarakat akibat kekurangan gizi
        b.munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas
j. Kenakalan Remaja (Delinkuensi)
       adalah semua perbuatan anak remaja yang berlawanan dengan ketertiban umum yang ditujukan pada orang lain, binatang, barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.



BAB 2
Nilai dan Norma Sosial

Nilai Sosial
Dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik, yang didinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang baik, bernilai atau berharga.

Jenis-jenis Nilai Sosial
Menurut Notonegoro:
1.  Nilai Material: sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat.
2.  Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan melakukan kegiatan sehari-hari
3.  Nilai Spiritual, Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Ciri-ciri Nilai Sosial:
·           Dipelajari melalui sosialisasi
·           Disebarkan dari satu individu ke individu yang lain
·           merupakan hasil interaksi antar warga masyarakat
·           mempengaruhi perkembangan diri seseorang
·           pengaruh nilai tersebut berbeda pada setiap anggota masyarakat
·           berbeda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain
·           bagian dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya
·           cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.

Fungsi Nilai Sosial:
·           Sebagai pelindung
·           Penunjuk arah dan pemersatu
·           memberikan alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
·           mengarahkan masy. Dlm berpikir dan bertingkahlaku
·           penentu terakhir manusia dlm memenuhi peranannya
·           sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok
·           sebagai pengontrol perilaku masyarakat.
·           Motivator

Norma Sosial
Merupakan ketentuan yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama.
Menurut Robert MZ.Lawang: Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu

Jenis-jenis Norma Sosial:
Cara (usage), bentuk perbuatan yang menonjol dalam hubungan antar individu
Kebiasaan (folkways), merupakan perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama
Tata Kelakuan, merupakan sifat2 yang hidup dalam kelompok yang dilaksanakan sebagai pengawas bagi anggotanya.
Adat Istiadat, merupakan pola perilaku yang diakui sebagai hal yang baik dan dijadikan hokum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.

Norma Pokok:
·           Norma Agama
·           Norma Kelaziman
·           Norma Kesusilaan
·           Norma Kesopanan
·           Norma Hukum

Fungsi Norma Sosial:
Sebagai faktor perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain
sebagai aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilai-nilai social
sebagai unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.

Peranan Nilai & Norma Dalam Proses Sosialisasi:
Memberi bekal pedoman kepada individu atau seseorang agar berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat, sehingga individu dapat hidup dengan baik dalam masyarakat.



BAB 3
INTERAKSI SOSIAL

1. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial dalah suatu hubungan social yang dinamis antara orang perorangan, antara individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia.

2. Proses Interaksi Sosial
Interaksi sosial terjadi karena faktor kebutuhan yang timbul dari dalam diri manusia mencakup kebutuhan dasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif, serta naluri untuk hidup berkelompok atau bersama orang lain.

3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Ada 2 syarat terjadinya interaksi sosial:
Kontak sosial, berdasarkan cara komunikasi terbagi menjadi 2: Kontak langsung & Tidak langsung. Sedangkan berdasarkan proses komunikasi dibedakan menjadi 2: Kontak Primer & Kontak Sekunder
Komunikasi, yaitu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang lain yang diwujudkan dengan pembicaraan, gerak gerik, sikap, maupun perasaan tertentu.

4. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
a.    Kerjasama, yaitu bergabungnya sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Meliputi:
1.Bargaining, perjanjian tukar menukar barang dan jasa antar 2 organisasi atu lebih
2. Kooptasi, proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi
 3. Koalisi, merupakan kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama
 4. Joint Venture, adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu dengan system bagi hasil
5. Kerukunan, mencakup gotong royong dan tolong menolong.
b.    Akomodasi, yaitu usaha untuk menciptakan keseimbangan dalam interaksi antara individu maupun kelompok yang berkaitan dengan pelaksanaan nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Atau usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercapai kestabilan kembali. Akomodasi sebenarnya suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
c.     Asimilasi, merupakan proses social yang ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan yang terdapat diantara individu atau kelompok dan usaha mempertinggi kesatuan tindak, sikap, serta proses mental untuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
d.    Akulturasi, proses penyatuan berbagai unsur kebudayaan asing yang diterima, diolah, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri, sehingga menjadi suatu bentuk kebudayaan baru.
e.    Persaingan, merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antar individu maupun kelompok dalam mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka tanpa menggunakan ancaman dan kekerasan.
f.      Kontravensi, suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertikaian serta ditandai dengan adanya gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang, keraguan terhadap kepribadian, dan perasaan tidak suka yang disembunyikan bahkan kebencian pada seseorang.
g.    Pertentangan, adalah suatu proses sosial yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara menantang pihak lawan melalui ancaman atau kekerasan.
Bentuk Interaksi  a, b, c, d, adalah interaksi yang bersifat Asosiatif, sedangkan e, f, g, bersifat Disosiatif.

5. Faktor Pendorong Interaksi Sosial
a. Imitasi, yaitu proses peniruan tingkah laku orang lain untuk diterapkan pada seseorang yang meniru tingkah laku tersebut.
b. Sugesti, adalah suatu pendapat, saran, pandangan atau sikap yang diberikan pada seseorang dan diterima tanpa disertai daya kritik.
c. Identifikasi, merupakan suatu kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
d. Simpati, adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.

Read More »

HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH

0 comments
Image result for sejarah

  • Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala kejadian atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia
  • Kata sejarah berasal dari :
1.        Bahasa Arab : Syajarotun, yang berarti pohon
2.        Bahasa Inggris : History, yang berarti masa lampau umat manusia
3.        Bahasa Jerman : Geschict, yang berarti sesuatu yang telah terjadi
  • Tiga aspek sejarah :
1.        Masa lampau : Merupakan fakta yang kekal dan abadi, tidk pernah berubah, serta selalu dikenang dan dibuatkan catatan
2.        Masa kini : Untuk dipahami setiap peristiwa sejarah dan bertujuan agar suatu peristiwa sejarah tidak terulang untuk kedua kalinya dalam peristiwa yang sama
3.        Masa yang akan datang : Peristiwa sejarah dapat dijadikan pandangan atau pedoman hidup suatu bangsa agar lebih berguna dan lebih berhati-hati, serta bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan
  • Peristiwa sejarah merupakan :
1.        Peristiwa yang abadi : Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dalam kehidupan manusia
2.        Peristiwa yang unik : Hanya terjadi satu kali dan tidak akan terulang untuk kedua kalinya
3.        Peristiwa yang penting : Dijadikan momentum atau peringatan karena mempunyai arti dalam menentukan nasib hidup orang banyak
  • Bermacam-macam sejarah menurut jenisnya :
1.        Sejarah sebagai peristiwa : Fakta-fakta kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau
2.        Sejarah sebagai kisah : Sejarah sebagai hasil penelitian oleh para ahli sejarah
3.        Sejarah sebagai ilmu : Pengetahuan tentang masa lampau yang disusun secara sistematik
4.        Sejarah sebagai seni : Sejarah sebagai petunjuk moral bagi para pembaca sehingga dalam penulisannya memerlukan seni tersendiri
  • Sejarah sebagai syarat sebagai ilmu :
1.        Sejarah memiliki objek kajian, yakni kejadian
2.        Memiliki suatu metode yang mampu menghubungkan bukti-bukti sejarah
3.        Kisah sejarah tersusun secara sistematis berdasarkan peristiwa awal kejadiannya
4.        Kebenaran fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional, tidak boleh ditambah atau dikurangi
  • Periodisasi adalah pembabakan sejarah dalam waktu yang digunakan untuk mengetahui peristiwa sejarah
  • Kronologi : Penyusunan sejarah berdasarkan urutan waktu
    Kronik : Catatan tentang waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah
    Kronologi sejarah : Penyusunan peristiwa menurut atau sesuai urutan kejadian yang didasarkan pada urutan waktu
  • Kegunaan sejarah :
1.        Kegunaan edukatif : Sejarah memberi pelajaaran pengalaman yang pernah dilakukan pada masa sekarang atau sebelumnya
2.        Kegunaan inspiratif : Kisah sejarah memberi ilham, inspirasi kepada para pembaca dan pendengarnya
3.        Kegunaan rekreatif : Sejarah sebagai kisah dapat memberi hiburan yang segar, rasa kesenangan, dan rasa estetis 


TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRAAKSARA DAN MASA AKSARA
A.       Tradisi masyarakat Indonesia masa praaksara
·         Jejak sejarah yang historis : Jejak sejarah yang menurut para ahli memiliki informasi tentang kejadian-kejadian historis, sehingga dapat dipergunakan untuk penulisan sejarah
·         Jejak nonhistoris : Suatu kejadian pada masa lampau yang di dalamnya tidak memiliki nilai sejarah atau hanya merupakan kejadian semata, tidak ada kaitan dengan peristiwa sejarah
·         Jejak historis berwujud benda : Hasil budaya/tradisi di masa kuno
1.        Zaman Paleolitikum (zaman batu kasar)
§  Zaman hidup berpindah
§  Pithecanthropus
§  Mengumpulkan makanan (food gathering)
§  Hidup di gua-gua
§  Kebudayaan pacitan : Chopper (kapak penetak/kapak genggam). Stone culture (budaya batu)
§  Kebudayaan ngandong : Bone culture. Kapak genggam, chalcedon (batu indah berwarna)
2.        Zaman Mesolitikum
§  Memiliki kemajuan hidup
§  Kjokkenmoddinger (sampah kerang)
§  Abris sous roche (gua tempat tinggal)
§  Alat-alat : Kapak genggam (kapak sumatra), kapak pendek, dan pipisan
3.        Zaman Neolitikum (zaman batu halus)
§  Food producing : Mengusahakan bercocok tanam sederhana dengan menggunakan ladang. Jenis tanamannya : ubi, talas, padi, dan jelai
§  Peralatan yang lebih bagus seperti beliung persegi (kapak persegi) dan kapak lonjong
§  Pada masa ini terjadi perpindahan penduduk dari daratan Asia (Tonkin ke Indocina) ke Nusantara yang disebut bangsa Proto Melayu pada tahun 1500 SM. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
4.        Tradisi Megalitikum
§  Menhir : Tugu batu besar tempat roh nenek moyang. Ditemukan di Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimanta
§  Dolmen : Meja batu besar (altar). Terdapat di Bondowoso, Jatim
§  Sarkofagus/waruga : Kubur peti batu besar. Di Sulawesi
5.        Tradisi Zaman Perundagian
§  Sudah mampu membuat alat dari logam (budaya dongson)
§  Telah mengenal sawah dan sistem pengairan
§  Jenis benda logam :
1.        Nekara : Tambur besar yang ditemukan di Bali, Roti, Alor, Kei, dan Papua
2.        Kapak corong : Bagian tangkainya berbentuk corong. Sebutan lainnya adalah kapak sepatu. Ditemukan di Makassar, Jawa, Bali, Pulau Selayar dan Papua
3.        Arca Perunggu : Ditemukan di daerah Bangkinang, Riau, dan Limbangan, Bogor
  • Kemampuan nenek moyang kita sebelum mengenal tulisan dan sebelum terpengaruh budaya Hindu-Buddha :
1.        Kemampuan berlayar :
§  Perahu cadik : Perahu yang menggunakan alat dari bambu/kayu yang dipasang di kanan kiri perahu
§  Perahy lesung : Sampan yang dibuat dari 1 batang kayu yang dikeru di dalamnya menyerupai lesung, tetapi bentuknya memanjang
2.        Kemampuan bersawah : Sejak zaman neolitikum, diawali sistem ladang sederhana, kemudian meningkat dengan adanya teknologi pengairan hingga lahirnya sistem persawahan
3.        Mengenal astronomi : Ilmu perbintangan
§  Teknologi angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan
§  Mengenali musim
§  Petunjuk arah dalam pelayaran :
1.        Bintang Biduk Selatan & Bintang Pari: Arah selatan
2.        Bintang Biduk Utara : Arah utara
§  Pertanian : Bintang Waluku : Awal musim hujan
4.        Sistem mocopat : Kepercayaan yang didasarkan pada pembagian 4 penjuru arah mata angin, yaitu utara, selatan, barat, dan timur
5.        Kesenian wayang :
§  Berpangkal pada pemujaan nenek moyang
§  Kedatangan hinduisme ke nusantara maka kisah nenek moyang digantikan kisa Ramayana dan Mahabhrata
§  Zaman Kediri : Kitab Gatotkacasraya
6.        Seni gamelan : Mengiringi pertunjukkan wayang
7.        Seni membatik : Kegiatan religius, untuk menghormati nenek moyang mereka
8.        Pengaturan masyarakat : Berkelompok, gotong royong, dan demokratis. cara pemilihan pemimpin : primus inter pares (Terutama di antara yang banyak)
9.        Sistem ekonomi dengan mengenal perdagangan : Kegiatan barter karena belum mengenal uang, nilainya berdasarkan kesepakatan bersama
10.     Sistem kepercayaan :
§  Mulai tumbuh pada masa hidup berburu dan mengumpulkan makanan
§  Zaman hidup bercocok tanam : Percaya adanya dewa alam
§  Zaman perundagian : Percaya pada roh nenek moyang
  • Metode-metode pewarisan masa lalu yang dilakukan masyarakat praaksara melalui keluarga dan masyarakat :
1.        Folklore : Adat istiadat tradisional & cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi belum dibukukan
2.        Mitologi : Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi & bertalian dengan terjadimya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Cerita tentang asal-usul alam semesta, manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam
3.        Legenda : Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya
4.        Dongeng : Cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi, diceritakan karena berisi patuah, kebaikan mengalahkan kejahatan, ajaran moral, dan petuah bijak lainnya
5.        Upacara : Serangkaian tindakan/perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat istiadat, agama dan kepercayaan
6.        Lagu-lagu daerah : Syair-syair yang ditembangkan dengan irama menarik dalam bentuk lisan
B.       Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Aksara
·         Rekaman tertulis di Indonesia terbagi menjadi :
1.        Sumber tertuli sezaman dan setempat : Co : Prasasti, pengumuman/proklamasi, semacam perundang-undangan yang memuji raja, biasanya berbentuk puisi/bahasa puisi
2.        Sumber tertulis sezaman tetapi tidak setempat : Ditulis sezaman, tetapi ditulis di luar negeri, kebanyakan berasal dari Tiongkok, Arab, Spanyol, dan India
3.        Sumber tertulis setempat tapi tidak sezaman : Ditulis lama sesudah peristiwa terjadi
·         3 jenis penulisan sejarah :
1.        Penulisan sejarah tradisional (Historiografi tradisional) : Penulisan sejarah yang dimulai dari zaman Hindu sampai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Ditulis di prasasti dengan tujuan agar generasi penerus dapat mengetahui peristiwa di zaman kerajaan pada masa dulu dimana seseorang raja memerintah
2.        Penulisan sejarah kolonial (Historiografi kolonial) : Bersifat eropasentris. Tujuannya memperkukuh kekuasaan mereka di Nusantara, merendahkan derajat bangsa Indonesia dan mengunggulkan derajat bangsa Eropa
3.        Penulisan sejarah nasional (Historiografi nasional) : Bersifat Indonesiasentris, dengan metodologi sejarah Indonesia dan pendekatan Multidimensional
·         Pencekatan yang digunakan dalam perkembangan penulisan sejarah :
1.        Pendekatan sosiologi : Melihat segi sosialnya peristiwa yang dikaji
2.        Pendekatan antropologi : Mengungkapkan nilai yang mendasari perilaku para tokoh sejarah, status, gaya hidup, dan sistem kepercayaan
3.        Pendekatan politik : Menyoroti struktur kekuasaan, jenis kepemimpinan, tingkat sosial, dan pertentangan kekuasaan


PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH
  • Langkah-langkah dalam penelitian sejarah :
1.        Heuristik :
§  Tahap untuk mencari, menemukanm dan mengumpulkan sumber-sumber berbagai data agar dapat mengetahui segala bentuk peristiwa/kejadian sejarah masa lampau yang relevan dengan topik/judul penelitian
§  Menurut sifatnya :
1.        Sumber primer : Sumber yang dibuat pada saat peristiwa terjadi, dibuat oleh tangan pertama
2.        Sumber sekunder : Sumber yang menggunakan sumber primer sebagai sumber utamanya, dibuat oleh tangan/pihak kedua
§  Sumber lisan : Didasarkan pada pelaku/saksi mata suatu kejadian. Narasumber lisan yang hanya mendengar atau tidak hidup sezaman dengan peristiwa tidak bisa dijadikan narasumber lisan
2.        Verifikasi :
§  Pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah
§  Aspek ekstern : Mempersoalkan apakah sumber itu asli/palsu sehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen sejarah tersebut
§  Aspek intern : Mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber itu dapat memberikan informasi yang diperlukan
§  Fakta adalah : Keterangan tentang sumber yang dianggap benar oleh sejarawan/peneliti sejarah (sumber-sumber yang terpilih)
3.        Interpretasi :
§  Penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa
§  Menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cenderung subjektif.
§  Interpretasi harus bersifat objektif, mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan
§  Bersifat selektif, fakta dipilih yang relevan dengan topik yang ada & mendukung kebenaran sejarah
4.        Historiografi :
§  Penulisan sejarah, tahap terakhir. Menyusun & merangkai fakta hasil penelitian, juga menyampaikan suatu pikiran melalui interpretasi sejarah berdasarkan fakta hasil penelitian
§  3 bentuk penulisan sejarah :
1.        Penulisan sejarah tradisional : Kuat dalam genealogi, tapi tidak kuat dalam hal kronologi dan detail biografis. Bahan pengajaran agama. Adanya kingship. Pertimbangan kosmologis, & antropologis lebih diutamakan daripada keterangan dari sebab akibat
2.        Penulisan sejarah kolonial : Ciri nederlandosentris (eropasentris), tekanannya pada aspek politik dan ekonomi serta bersifat institusional
3.        Penulisan sejarah nasional : Menggunakan metode ilmiah secara terampil & bertujuan untuk kepentingan nasionalisme
  • Sumber sejarah adalah semua yang menjadi pokok sejarah. 3 macam sumber sejarah :
1.        Sumber tertulis : Diperoleh dari peninggalan tertulis
2.        Sumber lisan : Keterangan langsung dari pelaku/saksi dari peristiwa yang terjadi pada masa lampau
3.        Sumber benda : Diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan
  • Menentukan usia peninggalan sejarah dapat dilakukan dengan 3 cara :
1.        Tipologi : Cara penentuan usia peninggalan budaya berdasarkan bentuk tipe dari peninggalan
2.        Stratigrafi : Cara penentuan umur suatu benda peninggalan berdasarkan lapisan tanah di mana benda itu ditemukan
3.        Kimiawi : Cara penentuan umur benda peninggalan berdasarkan unsur kimia yang dikandung oleh benda itu
  • Untuk mengungkapkan sumber-sumber sejarah diperlukan ilmu bantu :
1.        Epigrafi : Ilmu yang mempelajari tulisan kuno/prasasti
2.        Arkeologi : Ilmu yang mempelajari benda/peninggalan kuno
3.        Ikonografi : Ilmu yang mempelajari patung
4.        Nomismatik : Ilmu yang mempelajari mata uang
5.        Ceramologi : Ilmu yang mempelajari keramik
6.        Geologi : Ilmu yang mempelajari lapisan kulit bumi
7.        Antropologi : Ilmu yang mempelajari asal-usul kejadian & perkembangan MH
8.        Paleontologi : Ilmu yang mempelajari sisa makhluk hidup yang telah membatu
9.        Paleoantropologi : Ilmu yang mempelajari bentuk manusia yangs sederhana hingga sekarang
10.     Sosiologi : Ilmu yang mempelajari sifat keadaan & pertumbuhan masyarakat
11.     Filologi : Ilmu yang mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata & sejarah suatu bangsa
  • Fakta sejarah mempunyai bentuk :
1.        Artefak : Semua benda baik secara keseluruhan/sebagian hasil gerapan tangan manusia
2.        Fakta sosial : Fakta sejarah yang berdimensi sosial, misalnya : Interaksi antarmanusia dan pakaian adat
3.        Fakta mental : Fakta yang sifatnya abstrak, misalnya : Keyakinan 
  • Jenis-jenis sejarah berdasarkan fokus masalah :
1.        Sejarah geografi : Dikaitkan dengan lokasi di mana peristiwa itu terjadi
2.        Sejarah ekonomi : Dibicarakan bagaimana upaya memenuhi kebutuhan manusia
3.        Sejarah sosial : Dikaitkan dengan kehidupan masyarakat pada suatu masa
4.        Sejarah politik : Dibicarakan tentang kekuasaan yang terjadi pada suatu masa
  • Jenis sejarah dilihat dari cakupan geografis :
1.        Sejarah dunia : Membentangkan kehidupan manusia di dunia
2.        Sejarah nasional : Membentangkan sejarah bangsa Indonesia
3.        Sejarah lokal : Senantiasa mengungkapkan sejarah setiap wilayah (daerah)
  • Teknik pengumpulan data sumber lisan :
1.        Sumber berita dari pelaku sejarah
2.        Sumber berita dari saksi sejarah
3.        Sumber berita dari tempat kejadian peristiwa sejarah


KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA
  • Proses pembentukan bumi :
1.        Zaman arkhaikum : Belum ada kehidupan disebabkan bumi masih panas & merupakan bola gas panas yang berputar pada porosnya
2.        Zaman paleozoikum :
§  Zaman ketika terdapat kehidupan makhluk pertama di bumi
§  Disebut juga zaman primer (karena untuk pertama kalinya ada kehidupan)
§  Terbagi menjadi beberapa tahap kehidupan :
1.        Cambrium : Kehidupan amat primitif seperti kerang dan ubur-ubur
2.        Silur : Hewan bertulang belakang seperti ikan
3.        Devon : Binatang jenis amfibi tertua
4.        Carbon : Binatang merayap jenis reptil
5.        Perm : Hewan darat, ikan air tawar dan amfibi
3.        Zaman mesozoikum :
§  Zaman sekunder (zaman hidup kedua), disebut juga zaman reptil sebab muncul reptil besar seperti dinosaurus dan atlantosaurus
§  Terbagi menjadi 3 :
1.        Trias : Ikan, amfibi dan reptil
2.        Jura : Reptil dan sebangsa katak
3.        Calcium : Burung pertama dan tumbuhan berbunga
§  Ikan di darat mengalami evolusi, siripnya menjadi kaki yang kuat, ekornya tumbuh semakin panjang, kepalanya yang semakin keras dan besar. Inilah yang kita kenal dengan nama dinosaurus, brontosaurus dan atlantosaurus
§  Dinosaurus pemakan tumbuhan kecuali Tyranosaurus
§  Brontosaurus besarnya 10x gajah
§  Reptil terbang seperti Pteranodon
4.        Zaman neozoikum :
§  Zaman bumi baru (bumi sudah terbentuk sepenuhnya)
§  Terbagi menjadi :
1.        Zaman tertier : Zaman hidup ketiga, makhluh hidup berupa binatang menyusui sejenis monyet & kera, reptil raksasa mulai lenyap, dan pada akhir zaman ini sudah ada jenis kera-manusia. Zaman ini ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat sehingga mematahkan kulit bumi
2.        Zaman kuarter : Zaman hidup keempat, mulai muncul kehidupan manusia. Dibedakan menjadi :
§  Zaman pleistosen (Diluvium) : Terjadi penurunan suhu drastis dan memunculkan zaman es (zaman glasial)
§  Zaman holosen (Aluvium) : Zaman lahirnya jenis Homo Sapiens, yaitu jenis manusia seperti manusia sekarang
  • Jenis-jenis manusia purba :
1.        Meganthropus paleojavanicus : Ditemukan di Sangiran oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941. Cirinya :
§  Memiliki tulang pipi yang tebal
§  Memiliki otot rahang yang kuat
§  Tidak memiliki dagu
§  Memiliki tonjolan belakang yang tajam
§  Memiliki tulang kening yang menonjol
§  Memiliki perawakan tegap
§  Memakan tumbuh-tumbuhan
§  Hidup berkelompok dan berpindah-pindah
2.        Pithecanthropus : Manusia kera. Fosilnya banyak ditemukan di daerah Trinil, Perning (Mojokerto), Sangiran, dan kedungbrubus, Cirinya :
§  Memiliki rahang bawah yang kuat
§  Memiliki tulang pipi yang tebal
§  Keningnya menonjol
§  Tulang belakang menonjol dan tajam
§  Tidak berdagu
§  Perawakan tegap, mempunyai tempat pelekatan oto tengkuk yang besar & kuat
§  Memakan jenis tumbuhan
Beberapa jenis pithecanthropus :
§  Pithecantropus erectus (manusia kera berjalan tegak) : Ditemukan oleh E. Dubois di Kedungbrubus & Trinil. Memiliki ciri :
1.        Berjalan tegak
2.        Volume otaknya melebihi 900cc
3.        Berbadan tegak dengan alat pengunyah yang kuat
4.        Tinggi badannya sekitar 165-170 cm
5.        Berat badannya sekitar 100 kg
6.        Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah
§  Pithecantropus robustus (manusia kera berahang besar) : Ditemukan di Sangiran oleh Weidenreich. Van Koeningswald menyebutnya pithecanthropus mojokertensis
§  Pithecanthropus dubuis (dubuis artinya meragukan) : Ditemukan oleh Von Koeningswald di Sangiran
§  Pithecanthropus soloensis (manusia kera dari solo) : Ditemukan oleh Von Koeningswald, Oppenoorth, dan Ter Haar di Ngandong
3.        Homo : Artinya manusia. Merupakan jenis manusia purba yang paling maju dibandingkan yang lain. Ciri :
§  Berat badan kira-kira 30-150 kg
§  Volume otaknya lebih dari 1350 cc
§  Alatnya dari batu dan tulang
§  Berjalan tegak
§  Muka & hidung lebar
§  Mulut masih menonjol
Jenis homo :
§  Homo wajakensis (manusia dari Wajak) : Ditemukan di Wajak oleh Von Rietschoten, kemudian diselidiki oleh E. Dubois. Termasuk ras Australoid dan bernenek moyang homo soloensis. Dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas) sebab sudah mengenal upacara penguburan
§  Homo soloensis (manusia dari Solo) : Ditemukan oleh Ter Haar & Oppenoorth. Diselidiki oleh Von Koeningswald dan Weidenreich. Sudah bukan kera lagi, melainkan sudah manusia
§  Homo Sapiens (manusia cerdas) : Berasal dari zaman Holosen, bentuk tubuhnya menyerupai manusia sekarang. Sudah menggunakan akal dan memiliki sifat yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupannya masih sederhana dan mengembara. Cirinya :
1.        Volume otaknya 1000-1200 cc
2.        Tinggi badan antara 130-210 cm
3.        Otot tengkuk mengalami penyusutan
4.        Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan
5.        Muka tidak menonjol ke depan
6.        Berdiri & berjalan tegak
7.        Berdagu
Jenis homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang menurunkan berbagai manusia :
§  Ras Mongoloid : Berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus. Menyebar ke Asia Timur (Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara)
§  Ras Kaukasoid : Berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Penyebarannya ke Eropa, India utara, Yahudi, Arab, Turki, Asia Barat lainnya
§  Ras Negroid : Ciri berkulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebarannya ke Australia, Papua, dan ke Afrika






PENGARUH PERADABAN AWAL MASYARAKAT DUNIA TERHADAP PERADABAN INDONESIA
  • Bangsa melayu dapat dibedakan menjadi 2 :
1.        Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) :
§  Orang Austronesia dari Asia (Yunan) yang pertama kali ke Nusantara pada sekitar 1500 SM
§  Datang melalui 2 jalan :
1.        Jalan barat : Dari Yunan melalui selat Malaka masuk ke sumatra masuk ke Jawa. Alat berupa kapak persegi
2.        Jalan timur : Dari Yunan melalui Formosa (Taiwan) masuk ke Filipina kemudian ke Sulawesi kemudian masuk ke Irian. Alat berupa kapak lonjong
§  Memiliki kebudayaan batu sebab alatnya terbuat dari batu yang sudah maju, yakni dihaluskan
§  Kapak persegi ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan
§  Kapak lonjong ditemukan di Sulawesi & Irian
2.        Bangsa Melayu Mua (Deutero Melayu) :
§  Tahun 500 SM
§  Masuk ke Nusantara melalui jalan barat saja
§  Lebih maju dibandingkan Proto Melayu
§  Sudah dapat membuat barang dari perunggu dan besi
§  Hasil budayanya : Kapak corong, kapak sepatu, dan nekara
§  Mengembangkan budaya megalitikum. Hasilnya : Menhir, dolmen, sarkofagus dan lainnya
  • Sebelum kelompok bangsa melayu memasuki Nusantara, sebenatnya telah ada kelompok manusia yang lebih dahulu tinggal di wilayah tersebut. Mereka termasuk bangsa primitif :
1.        Suku Pleistosin (purba)
2.        Suku Wedoid
3.        Suku Negroid
  • Kebudayaan Bacson-Hoabinh :
o    Di Pegunungan Bacson dan di Provinsi Hoabinh ditemukan sejumlah besar alat yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh
o    Ciri kebudayaannya : Penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam
o    Alat kebudayaan Bacson-Hoabing ditemukan di : Papua, Sumatra, Sulawesi & Nusa Tenggara
o    Penyebarannya bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur
o    Pendukung budaya mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Mereka hidup dan tinggal di Gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan Bukit-bukit karang/sampah dapur (kjokkenmoddinger)
o    Kapak genggam (kapak sumatra), kapak pendek, pipisan, ujung mata panah, flakes, dan kapak Proto Neolitikum
o    Ras Papua Melanosoid hidup masih sangat menetap, berburu & bercocok tanam sederhana. Sudah mengenal kesenian seperti melukis
  • Kebudayaan Dongsong :
o    Diambil dari nama daerah di Tonkin
o    Ditemukan bermacam-macam alat yang terbuat dari perunggu. Ditemukan juga Nekara dan kuburan
o    Pengolahan logam menunjukkan taraf kehidupan yang semakin maju, sudah ada pembagian kerja yang baik, masyarakat sudah teratur
o    Beberapa daerah penting dalam perkembangan logam di Nusantara :
1.        Budaya logam awal di jawa : Peninggalan logam berada di dalam peti kubur batu (sarkofagus) di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Bekal kubur yang berupa peralatan dari Besi
2.        Budaya logam awal di Sumatra : Di Pasemah, Sumbar, terdapat peti kubur batu yang dibekali manik-manik kaca dan sejumlah benda logam berupa tombak besi dan peniti emas
3.        Budaya logam awal di Sumba, Nusa Tenggara : Tradisi penguburan dengan membawa beka kubur yang berupa logam yang diletakkan dekat peti si mati. Sudah ditemukan peralatan rumah tangga seperti bejana & tembikar kecil yang terbuat dari logam
4.        Budaya logam awal di Bali : Benda logam sebagai bekal kubur, berarti mereka menghormati roh nenek moyangnya yang sudah mati dengan barang yang berharga. Alat kehidupan terbuat dari logam seperti pisau, tombak, panah, & patung

Read More »

Translate

Wikipedia

Search results

Total Pageviews